Bisa dikatakan, perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang terhadap pola cuaca. Walhasil, perubahan iklim akan menghasilkan pola cuaca baru yang akan bertahan lama baik dalam puluhan, ratusan hingga jutaan tahun.
Dilansir dari Tirto.id, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perubahan ini disebabkan oleh aktivitas manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti yang dilansir Direktorat Jendral Pengendalian Perubahan Iklim (PPI).
Sejak dimulainya revolusi industri, hampir segala aktivitas manusia melepaskan dan meningkatkan konsentrasi gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, nitrogen, dan sebagainya yang kemudian mengubah komposisi atmosfer global.
Kemudian bumi berangsur-angsur memecahkan rekor suhu terpanasnya setiap tahun.
Analisis independen National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan National Aeronautics and Space Administration Amerika Serikat atau NASA mencatat, suhu global tahunan telah meningkat rata-rata 0,7 derajat Celcius per dekade sejak 1880 dan terus mencapai dua kali lipat atau 0,18 derajat Celcius sejak 1981.
