Eropa, Teluk Meksiko dan Asia tercatat mengalami periode Januari-September terpanas dalam sejarah. Di Eropa, suhu tahunan mencapai 2,12 derajat Celcius. Ini merupakan pertama kalinya suhu Januari-September di Eropa melebihi angka 2,0 derajat Celcius.

Asia juga mencatatkan rekor baru, suhu Januari-September 2020 meningkat 2,30 derajat. Angka ini 0,30 derajat lebih tinggi dari suhu periode Januari-September pada 2016 yang merupakan tahun terpanas.

Rekor suhu terhangat Januari-September juga diamati terjadi di Kawasan Asia tepatnya, sebagian besar Asia Utara di mana suhu tercatat mencapai 3 derajat Celcius di atas normal. Sementara di Teluk Meksiko, suhu pada periode itu dilaporkan meningkat 0,93 derajat Celcius.

Menurut Pusat Data Oseanografi Nasional NOAA, angka-angka tersebut memungkinkan 2020 berakhir sebagai tahun terpanas dalam catatan dengan tingkat persentase kemungkinan yang cukup tinggi yakni 65 persen.

Jika pun prediksi ini meleset, dapat dipastikan 2020 akan menggeser 2019 sebagai tahun terpanas kedua sejak 1880. (C)