“Awalnya hanya iseng dan memilih berjualan di dekat penjual sayur, minimarket, kemudian di sini. Kebetulan tidak ada yang jualan pentol kuah di sini,” ungkap Abu Sultan, Sabtu (14/9/2024).

Sehari-hari, Abu Sultan dibantu oleh temannya bernama Soleh (48). Lapaknya dibuka setelah salat Dzuhur sampai malam sekitar pukul 10:00, atau disesuaikan dengan kondisi. (C)

Penulis: Wa Ode Hesti

Editor: Haerani Hambali