6. Meningkatkan risiko diabetes
Sebuah penelitian menunjukkan hubungan antara kebiasaan telat makan dan risiko diabetes. Selama delapan minggu, para peserta penelitian melewatkan dua kali waktu makan dan hanya mendapatkan semua asupan kalori dari satu kali makan besar.
Pada akhir penelitian, kadar gula darah para peserta ternyata melonjak. Respons tubuh mereka terhadap hormon insulin pun mengalami perubahan. Kedua temuan tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan melewatkan makan bisa meningkatkan risiko diabetes.
7. Menambah berat badan
Berbeda dengan anggapan yang ada, melewatkan waktu makan tidak akan membantu program diet. Sebaliknya, kebiasaan ini malah bisa menggagalkan diet dan membuat berat badan meningkat dari waktu ke waktu.
