Ayah kandungnya yang hanya berprofesi sebagai sopir, tidak meninggalkan harta yang dapat mereka gunakan untuk biaya hidup. Ibu tirinya kemudian menikah lagi, dan Gta terpaksa memilih pergi dari rumah ibu tirinya, tinggal sama neneknya di Kota Lama.

Itupun tidak lama, karena nenek yang selama ini menjadi pelindung dan memberinya kasih sayang, juga dipanggil oleh Sang Pencipta.

Tinggallah Gta hidup seorang diri. Saat itu  dia masih duduk di kelas satu Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Kendari. Gta terpaksa harus berhenti sekolah, karena sejak pembelajaran tatap muka kembali diterapkan, ia tidak memiliki biaya untuk ke sekolah.

"Dulu waktu masih online saya masih bisa ikut sekolah, karena teman biasa kasi pinjan HP-nya. Tapi sejak sekolah ofline, saya berhentimi karena tidak adami yang kasih saya uang untuk biaya ke sekolah," tuturnya sambil mengusap air matanya.

Baca Juga: Demi Keluarga, Bapak Ini Rela Puluhan Tahun Merantau Jualan Kerajinan