“Untuk sementara secara resmi disampaikan bahwa kita tidak menerima pasokan babi dari luar daerah sebagai jurus antisipasi dan pencegahan virus babi di Manggarai,” tegasnya.

Sementara itu Plt Dinas Peternakan Manggarai, Yoseph Mantara mengatakan, setelah terjadi serangan virus babi di tahun 2020 lalu, masyarakat sudah bergairah lagi beternak babi karena hampir dalam setiap acara adat, babi selalu dibutuhkan.

Memang untuk saat ini belum ada laporan tentang kasus itu. Soal usulan pembentukan posko, tentu akan dikoordinasikan karena membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit.

Dia mengakui telah mengeluarkan surat himbauan kepada para camat, lurah dan kepala desa untuk menyampaikan kepada masyarakat terkait jurus-jurus penangkal.

Ia pun menyampaikan beberapa jurus untuk mengantisipasi serangan virus yang mematikan ternak babi tersebut.