Adapun beberapa jurus itu, yakni para pemilik ternak babi diminta untuk mensterilkan kandang dengan cara tidak dikunjungi oleh pihak luar.
Langkah steril lainnya dengan membersihkan kandang dari kotoran ternak lalu disemprot dengan disinfektan seperti sabun cuci atau cairan disinfektan lainnya, karena salah satu pemicu bersarangnya virus adalah kotoran hewan di sekitar lingkungan itu sendiri.
Yoseph Mantara menjelaskan, pembatasan keluar masuk orang lain, khususnya oleh para pembeli ternak babi yang keluar masuk berbagai wilayah.
“Mereka yang membeli babi itu mungkin sudah keluar masuk wilayah lain bahkan lintas kabupaten. Mereka berpotensi menjadi membawa virus. Untuk sementara, mereka dibatasi dulu jangan sampai masuk ke area kandang babi," katanya.
Baca Juga: Banyak ASN di Muna Belum Gajian
