Langkah lainnya, kata Yoseph Mantara adalah soal pakan babi. Harapannya para peternak atau masyarakat memperhatikan pakan babi, apalagi kalau pakan itu sudah tercampur sisa makanan yang ada daging babinya.
Hal lain lagi, Yoseph menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan pemotongan babi di luar rumah potong hewan, termasuk perdagangan daging jenis julu yang sudah menjadi kebiasaan orang Manggarai.
Langkah antisipasi lainnya, lanjut Yoseph, sementara waktu tidak mengijinkan babi dari luar masuk ke wilayah Kabupaten Manggarai. Termasuk saat acara adat, yang mengharuskan membawa babi dari luar Manggarai.
“Itu sebagai langkah antisipasi dan pencegahan virus AFS di Manggarai,” tegasnya. (B)
Penulis: Berto Davids
