Para peneliti menyebut hal ini sebagai “teori pikiran”, yakni kemampuan seseorang dalam membangun, menavigasi dan mempertahankan hubungan sosial dengan sekitarnya.

Namun, manfaat membaca buku yang satu ini, tidak akan bisa dirasakan dengan instan. Seseorang perlu membiasakan diri untuk membaca, dalam waktu jangka panjang, hingga akhirnya, kemampuan berempati mereka meningkat.

Ketiga, memperlambat penurunan kognitif. Seiring bertambahnya usia, tentu fungsi otak akan semakin menurun. Hal-hal mudah seperti mengingat nama orang, akan terasa sulit dilakukan.Berdasdarkan beberapa studi, membaca buku bermanfaat dalam memperlambat penurunan kognitif dan bahkan mencegahnya.

Bahkan, gangguan kognitif seperti Alzheimer, dapat dicegah. Pada 2013, sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti di Rush University Medical Center, Amerika Serikat, menemukan bahwa membaca buku juga dapat memperlambat demensia.

Dalam studi itu dari 294 responden, mayoritas adalah orang-orang dewasa yang sudah berusia 89 tahun.