Selain itu, massa juga menduga ada oknum menyalahgunakan kewenangan dan tanggung jawab dengan terpilihnya Bayek sebagai peserta atau bacaleg DPRD Kota Medan

"Jika memang benar, lantas bagaimana demokrasi ini bisa berjalan jika pelaksananya sendiri pun terjadi kecurangan. Kami saat ini sangat kecewa sekali jika KPU Kota Medan hanya diam saja dan tidak ada tindakan, sebab Bayek diduga sudah mencoreng dan menciderai dunia pendidikan kita saat ini," tambahnya.

Pemuda ini mencontohkan banyak orang yang harus susah payah menempuh belajar selama 12 di bangku sekolah. Sementara Bayek dengan mudahnya bisa tamat sekolah yang saat ini tidak tahu asal sekolahnya maupun nomor induk siswanya.

"Apalagi saat ini kita tahu Bayek sudah lolos pileg Kota Medan sebanyak 2 kali. Artinya sudah berulang kali diduga menipu rakyatnya sendiri, bagaimana hati kita setelah mendengar ini, sungguh miris dan menyedihkan demokrasi kita saat ini," tegasnya.

Untuk itu, massa meminta agar KPU Kota Medan tegas dengan laporan dugaan pemalsuan dokumen itu.