Bachrun Labuta berkomitmen untuk mengembangkan program jagung jika terpilih kembali sebagai bupati dalam pemilihan bupati – wakil bupati pada 27 November 2024.
“Masyarakat hanya perlu menyiapkan lahan dan kami akan mengurus sisanya, mulai dari pengolahan lahan hingga penyediaan bibit, pestisida, dan pupuk,” kata Bachrun.
Ia menjelaskan, satu hektare lahan yang ditanami jagung hybrid ditargetkan dapat menghasilkan antara 10-20 ton. Dengan hasil tersebut masyarakat bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp 30 juta sekali panen.
Baca Juga: 30 Anggota DPRD Muna Ikuti Orientasi untuk Pahami Tupoksi
“Modelnya adalah bagi hasil dengan pemkab (pemerintah kabupaten, red), sehingga masyarakat mendapatkan keuntungan, sementara pemkab juga mendapat tambahan pendapatan asli daerah (PAD). Jika hasil panen hanya 4 ton, tidak perlu menyetor,” tambah Bachrun.
