"Sudah kita anggarkan gajinya mereka itu Rp 5,7 atau Rp 4,7 miliar, saya sudah lupa, keuangan PDAM yang tau itu. Untuk khusus gaji kita pada saat rapat paripurna bisa kita anggarkan khusus buat gaji, ternyata tidak juga," tambahnya.

Ia sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi, ia menilai jika manajemen PDAM Buton Selatan amburadul dan kurang kompeten.

Saat Telisik.id menghubungi Plt Dirut PDAM Buton Selatan, Nafirudin beberapa kali, yang bersangkutan tak mengangkat telepon.

Sedangkan saat menghubungi Nurdin selaku Dewan Pengawas PDAM Buton Selatan, yang bersangkutan tak membawa handphone miliknya. (B)

Penulis: Nur Khumairah Sheha Hasan