"Ukurannya tidak diubah, cuma jumlahnya saja yang dikurangi," ucapnya.
Asram juga mengatakan, untuk kualitas gorengan yang ia jual tidak berubah sama sekali, tetap memakai minyak goreng Bimoli walaupun dengan harga mahal seperti saat ini, hanya untuk sekedar pengembalian modal, di mana dalam sehari gorengan yang mereka buat mencapai Rp 200.000.
"Kualitasnya tetap sama tapi cuma pengurangan jumlahnya untuk mengembalikan modal, itu pun modal dan untung untuk per hari itu tipis sekali," ucapnya. (C)
Reporter: Putri Wulandari
Editor: Kardin
