Mantan Ketua DPD PAN Muna itu mengaku, menjadi petahana itu berat, karena apa yang telah dilakukan selama menjabat, seolah tak bernilai di mata penantang. Kendatipun sudah melakukan pembangunan, masih juga dicarikan celah untuk disoroti.

Baca juga: Demokrat Tegaskan Setiap Kader Tegak Lurus di Pilkada 2020

"Penantang itu suka menilai kekurangan yang kemudian dijadikan janji. Padahal sebenarnya, apa yang dijanjikan itu telah masuk dalam program pemerintah, hanya tinggal menunggu waktu pelaksanaanya," ungkapnya.

Menjadi kepala daerah, menurut pria yang kerap disapa Dokter itu, tidak cukup hanya satu periode. Pasalnya, program pembangunan yang sudah diletakkan dan direncanakan tidak akan tuntas.

Hal itu pernah dialaminya, akan tetapi pembangunan yang ditinggalkannya seperti pasar dan Rumah Sakit (RS) dituntaskan oleh Rusman. Ini bukti pembangunan yang berkelanjutan.