JAKARTA, TELISIK.ID - Gas air mata kini jadi perbincangan usai terjadinya kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Saat itu gas air mata ditembakkan ke arah suporter yang sedang berkerumun.
Dari kejadian tersebut, ratusan nyawa melayang. Diduga, ratusan kematian yang terjadi disebabkan pelepasan gas air mata berkali-kali dari pihak kepolisian sehingga penonton berdesakan keluar.
Seiring dengan peristiwa berdarah itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang membenarkan penyebab kematian tersebut yakni sesak napas.
Dikutip dari wikipedia, gas air mata merupakan senjata kimia yang berupa gas dan digunakan untuk melumpuhkan dengan menyebabkan iritasi pada mata dan/atau sistem pernapasan.
Gas air mata bisa disimpan dalam bentuk semprotan ataupun granat. Alat ini sangat lazim digunakan oleh kepolisian dalam melawan kerusuhan dan penangkapan.
