“Kegiatan hari ini yang kita lakukan adalah promosi kesehatan dengan tema pencegahan penyalahgunaan NAPZA dan juga terkait pencegahan atau penanganan HIV yang kita mulai dari usia sekolah,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Sementara itu, Penanggung Jawab Medis PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, dr. Fathurrahman, menjelaskan bahwa rasa penasaran dan lingkungan pergaulan menjadi faktor utama yang mendorong seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan zat adiktif.

“Yang paling pertama itu karena coba-coba. Zat adiktif menyerang sistem di otak, seperti sabu-sabu, ganja, hingga zat adiktif lain seperti lem dan tiner yang sering digunakan oleh orang yang kecanduan,” katanya.

Ia mengungkapkan, penyalahgunaan NAPZA di wilayah Pomalaa dan sekitarnya masih menjadi persoalan serius.

“Kalau ditanya apakah di Pomalaa dan sekitar Kolaka penggunanya banyak, sangat banyak. Awalnya mungkin ingin senang atau menenangkan pikiran, tetapi rasa coba-coba itu bisa membuat orang ketagihan dan terus mencari sensasi yang sama,” jelasnya.