Kegiatan revitaliasasi tersebut dinilai memberikan dampak positif, dalam meningkatkan animo masyarakat setempat untuk kembali menghidupkan dan melestarikan bahasa daerah mereka.

Lebih lanjut, Zakiyah menambahkan, melalui Badan Bahasa, Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara akan melakuan revitalisasi bahasa daerah khusus satu bahasa daerah pada tahun 2024, yaitu bahasa daerah suku Tolaki yang akan dilaksanakan di 7 kabupaten/kota, seperti di Kabupaten Konawe Utara dan Kolaka.

Menurutnya, tetap saja permasalahan utama penurunan penutur bahasa daerah berada pada keluarga dan masyarakat. Sehingga, di program revitalisasi bahasa derah terdapat 3 model. Model A berbasis umum, model B berbasis sekolah serta model C berbasis keluarga dan masyarakat.

Untuk Sulawesi Tenggara, penerapan revitalisasi bahasa daerah hanya menggunakan model B. Alasannya kerena banyak menjangkau anak sekolahan. Sedangkan model C tidak digunakan karena masih perlu pengkajian.

Baca Juga: Lowongan Kerja Kendari: Toko Damai Cari Karyawan Lulusan SMA, Ini Syaratnya