Ia menilai, masyarakat perlu membedakan informasi yang telah terverifikasi dengan kabar yang hanya berkembang melalui spekulasi. Terlebih, isu yang menyangkut tokoh politik dapat memunculkan berbagai dugaan apabila tidak disertai bukti yang jelas.

Sarmuji Bandingkan dengan Isu Hoaks yang Pernah Menyeret Bahlil

Dalam keterangannya, Sarmuji juga mengingatkan adanya kabar hoaks yang sebelumnya sempat mengaitkan Bahlil dengan dugaan penganiayaan terhadap kekasih. Ia menyebut, saat itu spekulasi berkembang dengan mengarah kepada ketua umum salah satu partai politik besar.

Sarmuji menjelaskan, nama Bahlil ikut disebut karena Partai Golkar termasuk partai besar di Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa dugaan yang diarahkan kepada ketua umum partainya tersebut tidak terbukti.

"Kalau ketua umum partai besar yang menganiaya pacarnya itu, harusnya satu dari tiga itu, ya," ucap Sarmuji.