JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan program kompor listrik yang direncanakan mulai berjalan pada 2027.

Program ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi energi nasional untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, saat ini sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari impor. Kondisi tersebut, menurut dia, berdampak pada tingginya pengeluaran devisa negara setiap tahun.

“Dalam rangka kita mendorong bauran energi, kita akan tahu bahwa LPG itu 80% kita impor. Dan devisa kita setiap tahun keluar untuk LPG minimal Rp120 triliun. Pada harga saat ICP seperti ini, devisa kita keluar untuk membeli LPG itu sekitar di atas Rp130 triliun. Subsidinya di atas Rp80 triliun,” ujar Bahlil di Gedung DPR RI, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: Begini Reaksi Singapura Soal RI Ekspor Sawit dan Batu Bara Satu Pintu Lewat DSI, Takut Hubungan Dagang Terganggu