Bahlil menegaskan, pemerintah berpegang pada prinsip kedaulatan negara. Ia juga mengingatkan perjuangan panjang Indonesia untuk meraih kemerdekaan sebagai dasar dalam mengambil sikap terhadap negara mitra.
Meski demikian, Indonesia tetap membuka peluang kerja sama ekspor energi dengan negara yang menghormati hubungan kedua negara. Bahlil mengatakan, kerja sama dapat dijajaki meski belum ada kontrak sebelumnya.
“Kalau saling menghargai, sekali pun mereka tidak punya kontrak, kita akan membuat kontrak dan kita akan kasih kepada mereka. Itulah asas kesetaraan,” ucap Bahlil.
Pernyataan tersebut melanjutkan sinyal evaluasi ekspor gas yang disampaikan Bahlil sehari sebelumnya. Usai mengikuti sidang kabinet pada Rabu (21/10/2026), ia menyatakan kemungkinan tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga.
Saat itu, Bahlil juga menyinggung negara tetangga yang dinilainya memberikan pandangan miring terhadap Indonesia. Ia meminta negara lain berhati-hati dalam menyampaikan pandangan terhadap Indonesia.
