Dukungan dari sekolah dan orang tua menjadi bagian penting dari keberhasilannya. Pihak sekolah memberikan semangat dan izin penuh untuk mengikuti lomba tersebut.

Sementara itu, sang ayah yang berprofesi sebagai penjahit, berkontribusi besar dengan merancang dan menjahit sendiri busana yang dikenakan Dimaz saat tampil.

Ketika ditanya mengenai pesaing terberat, Dimaz menjawab dengan rendah hati. “Saya tidak merasa punya lawan berat karena niat saya bukan untuk bersaing, tapi untuk belajar dan berkembang,” katanya.

Keberhasilan ini menjadi motivasi tersendiri bagi Dimaz untuk terus berkembang. Ia berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya, serta mendorong sekolahnya untuk lebih aktif mengikuti berbagai ajang di luar bidang pelayaran.

Baca Juga: Jadwal KMP Bahteramas 3-15 Oktober 2025, Rute Kendari-Langara