Kepercayaan masyarakat yang tinggi kepada partai politik seharusnya dijawab dengan memberikan informasi yang jelas bagaimana proses pencalonan atau kandidasi, partai politik harus menjelaskan mengenai siapa yang dapat dicalonkan atau ditetapkan sebagai kandidat dari partai politik.
Apakah lewat model Inklusif, dimana semua orang yang bisa melamar sebagai kandidat dan tidak hanya terbatas pada anggota partai saja, anggota partai dengan syarat tertentu, pengurus partai, atau orang-orang yang dipilih, tetapi terbuka bagi semua warga negara.
Tidak mempermasalahkan persyaratan keanggotaannya. Atau dengan model ekslusif, dimana proses rekrutmen kandidat yang memiliki persyaratan tertentu bagi mereka yang akan melamar menjadi seorang kandidat. Pada umumnya, syarat-syarat yang akan ditentukan cenderung lebih menguntungkan pada anggota, kader, atau pengurus partai.
Sehingga jelas bagaimana rekrutmen yang berkualitas dilakukan pada semua pasangan calon yang mendaftar, sampai pada akhirnya ditetapkan sebagai calon kepala daerah oleh partai politik maupun koalisi partai. Karena sebagai salah satu institusi yang menjadi pintu masuk bagi calon pemimpin daerah diharapkan partai politik dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Baca juga: Black Campaign, Jalan Pintas Menjatuhkan Kompetitor
