Pengalaman tersebut menjadi bekal Arba dalam merumuskan arah pengembangan Fakultas Farmasi UHO. Ia menilai salah satu tantangan perguruan tinggi adalah memastikan hasil pendidikan dan penelitian dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Menurutnya, kegiatan riset tidak cukup berhenti pada publikasi atau pemenuhan kebutuhan akademik. Penelitian perlu diarahkan pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, termasuk kebutuhan sektor usaha dan industri.

Untuk mewujudkannya, Arba mengusulkan pemetaan internal terhadap sumber daya manusia, kompetensi dosen, serta fasilitas laboratorium yang dimiliki universitas.

Pemetaan tersebut perlu disandingkan dengan identifikasi kebutuhan eksternal melalui pengamatan langsung terhadap persoalan masyarakat, badan usaha milik negara (BUMN), dan dunia industri.

Hasil kedua pemetaan itu kemudian dicocokkan agar kapasitas peneliti dan fasilitas kampus sesuai dengan kebutuhan di luar perguruan tinggi. Setelah itu, fakultas dapat menentukan skema pendanaan yang relevan untuk mendukung pelaksanaan penelitian.