KONAWE, TELISIK.ID - Bendungan Ameroro  yang direncanakan bakal diresmikan dalam waktu dekat ini, ternyata masih menyisakan sejumlah persoalan lapangan yang belum diselesaikan.

Dari antauan Telisik.id di lapangan, sejumlah masyarakat pemilik lahan yang terkena dampak sosial (Damsos) melakukan aksi pemalangan atau memblokir akses jalan masuk Bendungan Ameroro, Rabu (31/1/2024).

Salah satu masyarakat setempat, Sumaja mengaku, dirinya merupakan salah satu pemilik lahan Damsos dan APL menuntut kepada BWS dan pihak terkait untuk segera menyelesaikan pembayaran lahan yang telah tenggelam.

"Lahan kurang lebih 500 Hektare yang masuk Damsos dan 27 hektare yang masih APL," ungkapnya.

Baca Juga: Jokowi Direncanakan Bakal Resmikan Bendungan Ameroro di Konawe