Bukan hanya itu, pada saat datang berwisata, pengunjung yang tiba-tiba mengalami gangguan kesehatan saat berlibur, sudah dapat dirawat di gedung Polindes yang mempunyai fungsi ganda untuk melayani dan menangani hal-hal yang berkaitan dengan gangguan kesehatan bagi pengunjung.
Kemudian lapak-lapak pedagang kaki lima yang bukan hanya menjual jajanan dan makanan ringan, namun juga menjual makanan berat seperti makanan tradisional khas dari Buton Selatan yang dapat dinikmati baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan dari daerah lain.
Maka dari itu, Waburi Park disebut juga sebagai lapangan kerja baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang berintegritas khususnya bagi masyarakat Desa Gaya Baru, Lapandewa, Buton Selatan.
Dinda Astiana, salah satu pedangan kaki lima di Waburi Park mengaku sejak adanya objek wisata Waburi Park, roda perkonomian warga Desa Gaya Baru makin meningkat. Selain itu, membuka lapangan kerja baru bagi warga setempat.
Ia mengatakan, pada kondisi sepi, omzet per hari hanya mencapai Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Sedangkan pada waktu liburan akhir pekan (weekend), omzet mencapai Rp 600.000 per hari. Namun ketika memasuki perayaan hari besar misalnya seperti Idul Fitri ataupun libur sekolah, ia mengaku dapat meraup omzet hingga menembus Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.
