Atas kerja keras dan upaya yang sungguh-sungguh, Bahlil berhasil mendaftar kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay di Papua.
Begitu selesai kuliah, disadur dari Surya.co.id, Bahlil Lahadalia dan temannya kemudian membangun perusahaan, dimulai dari perusahaan konsultan keuangan dan teknologi informasi (TI).
Peran Bahlil di perusahaan ini adalah menjadi Direktur Wilayah Papua.
Tak lama kemudian, Bahlil Lahadalia memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan yang dibangunnya bersama teman-temannya tersebut.
Setelah resign, Bahlil diberi dividen sebesar Rp 600 juta yang kemudian digunakannya sebagai modal untuk membangun perusahaan perdagangan (trading) kayu.
