"Oleh karenanya, GBT kali ini disebut juga dengan Bulan Merah Super atau Super Blood Moon," tulis LAPAN diakun Instragramnya @lapan_ri.

LAPAN juga menyebutkan, GBT kali ini  bertepatan dengan Hari Raya Waisak ini hanya terjadi setiap 195 tahun sekali. Sementara, fenomena gerhana bulan sendiri terjadi dua kali dalam setahun.

Baca Juga: Soroti Kasus Vaksinasi Ilegal, DPR Sentil Pengawasan Kemenkes

GBT tahun ini juga dapat disaksikan di seluruh Indonesia dari arah Timur-Tenggara (hingga tenggara untuk Indonesia bagian timur) tanpa menggunakan alat bantu optik apapun, terletak di dekat konstelasi scorpius. Durasi fase total Gerhana kali ini cukup singkat, yakni 14.30 detik.

GBT ini terjadi dalam 7 fase, yaitu fase awal penumbra (P1), awal gerhana sebagian (U1), awal gerhana bulan total (U2), puncak gerhana total, akhir gerhana total (U3), akhir gerhana sebagian (U4), dan akhir penumbra (P4).