Pembuatan alat bantu tersebut diawali dengan pengukuran sesuai kebutuhan masing-masing penerima manfaat.3zMT74LQgbOqNb5tzqO5kYi3FfCiPYVi0ok116ln.webp

Proses ini dibantu tenaga dari Klinik Ortotik Prostetik dari Solo yang menangani pembuatan kaki dan tangan palsu.

Menurut Riki, proses pembuatan diperkirakan membutuhkan beberapa hari setelah pengukuran. Alat bantu dibuat berdasarkan ukuran masing-masing penerima agar sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Salah satu penerima manfaat pembuatan tangan palsu, Ruli (43), warga asal Morowali, berharap fasilitasi tersebut dapat membantunya kembali beraktivitas dengan lebih mudah setelah mengalami kecelakaan akibat tersengat listrik sekitar 10 tahun lalu.

Sebelum mengalami kecelakaan, Ruli bekerja sebagai tukang bangunan. Namun, setelah kejadian tersebut, ia tidak lagi dapat menjalani pekerjaan yang sama seperti sebelumnya.