Balai Bahasa Provinsi Sultra juga akan terus mendorong agar bahasa Indonesia dikenal sampai di kancah internasional.

“Sultra ini punya banyak industri dan kebanyakan pekerjanya berkewarganegaraan asing, seperti di tambang. Nah, mereka inilah yang akan diedukasi agar mereka bisa pandai dan mahir dalam berbahasa Indonesia,” ujar Dewi Pridayanti.

Kantor Balai Bahasa Provinsi Sultra telah bekerja sama dengan salah satu industri tambang yaitu VDNI agar mengajarkan bahasa Indonesia kepada para pekerja asing.

Saat ini, kata Dewi, pihaknya masih menyusun modul bahan ajar dan ke depan kerja sama di industri yang punya pekerja asing akan lebih diperluas lagi.

Baca Juga: Air Keruh di Perumahan Margahayu Land Kendari, Developer Berupaya Atasi dengan Empat Tahapan