"Hinaan tidak usah dibalas kalau sekadar hinaan atas pribadi kita. Lagipula, hinaan orang tidak akan membuat orang mulia menjadi rendah. Sebaliknya, si pelaku tidaklah menjadi tinggi dengan merendahkan orang lain. Hinaan hanyalah menunjukkan kualitas pribadi pelakunya," kata Ustadz Mahyuddin, belum lama ini.
Apalagi, lanjut dia, seorang muslim itu hanya menginginkan kalimatullah yang tinggi, bukan pribadinya. Jadi, celaan orang yang suka mencela itu, biarkan saja. (B)
Reporter: Fitrah Nugraha
Editor: Kardin
