Empat Gol Babak Kedua Mengunci Kemenangan
Selepas jeda, Bali United semakin agresif dan keunggulan tuan rumah bertambah pada awal babak kedua. Tendangan Remco Balk dari sisi kanan membentur Hamra Hehanussa sebelum masuk ke gawang Garudayaksa FC, sehingga skor berubah menjadi 2-0 untuk Bali United. Pencatatan gol kedua ini masih diperdebatkan: sebagian laporan mencatatnya sebagai gol Balk, sementara laporan lain mencatatnya sebagai gol bunuh diri Hehanussa.
Queven da Silva kemudian memperlebar keunggulan Bali United menjadi 3-0 pada menit ke-63 melalui tendangan keras yang menghujam ke gawang Garudayaksa FC. Tekanan tuan rumah tidak mengendur, dan Queven kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-75 untuk membawa Bali United unggul 4-0. Dua gol tersebut menegaskan dominasi Bali United pada babak kedua, ketika permainan sepenuhnya berada dalam kendali tuan rumah.
Pesta gol Bali United ditutup pada pengujung pertandingan melalui eksekusi penalti Teppei Yachida. Penalti itu diberikan setelah Jay Herdman dilanggar di kotak penalti Garudayaksa FC, dan Yachida menjalankan tugasnya sebagai eksekutor dengan sempurna. Skor 5-0 untuk kemenangan Bali United bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Dampak Klasemen dan Rekor Kandang Sempurna
Bali United kini mengoleksi 12 poin dari enam pertandingan, dengan rincian empat kemenangan dan dua kekalahan. Garudayaksa FC, tim promosi pada musim ini, mengoleksi lima poin dari enam pertandingan, dengan rincian satu kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Selisih posisi kedua tim di klasemen pun melebar setelah laga di Gianyar tersebut.
Rekor kandang menjadi salah satu fondasi laju Bali United pada awal musim ini. Empat kemenangan dari empat laga kandang menunjukkan betapa sulitnya menaklukkan Serdadu Tridatu di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Sebelumnya, Bali United juga pernah mencetak sedikitnya lima gol di stadion yang sama, yakni ketika menang 6-1 atas Persijap Jepara pada pekan keempat kompetisi.
