"Kalau hanya mengandalkan saja baliho, saya kira itu bukan sebuah tindakan yang bijak dari tokoh-tokoh politik kita untuk memperkenalkan diri (Airlangga Hartarto), namun sebaiknya mereka juga betul-betul bisa turun di lapangkan dan bisa memberikan bantuan kepada masyarakat, agar supaya ada keterkaitan yang erat antara baliho yang dipasang dengan bagaimana perhatian mereka kepada penderitaan yang dirasakan masyarakat hari ini," ungkap dosen Ilmu Politik UHO ini.

"Karena kalau hanya mengadakan baliho bisa menjadi kontraproduktif terhadap penilaian para pemilih nantinya kepada calon tersebut, dan elektabilitas mereka akan menurun bukan semakin naik," sambungnya.

Doktor alumni Universitas Gajah Mada (UGM) ini menambahkan, memang pemasangan baliho atau pendekatan kepada masyarakat sudah ideal dilakukan 3 tahun menjelang Pilpres 2024, hanya saja para calon harus memahami dengan situasi COVID-19 yang sedang melanda.

Baca Juga: Baliho Airlangga 2024 Tuai Kritik, Golkar Sultra Bersuara

Baca Juga: Jika Pandemi Belum Berakhir Tahun 2024, Ini yang Dilakukan KPU