Saat itu, ibu korban mulai geram dengan ekspresi marah pada wajahnya setelah mendapat keterangan yang diberi oleh anaknya.

Sontak saja ibu dari A tidak percaya atas perbuatan yang dilakukan oleh anaknya. Di samping itu, ibu korban bertanya kepada A tentang apa yang telah diperbuatnya ke anaknya D, dengan menjelaskan kondisi yang di alami anaknya yang sebelumnya telah bersama anaknya.

Namun A tidak mengakui perbuatannya, sehingga Ibu A juga  sangat geram dengan kecurigaan yang dialamatkan kepada anaknya.

Setelah kejadian itu ibu korban berenjak ke rumah sakit, guna memeriksa bagian kelamin anaknya yang kesakitan akibat sobekan pada bagian dalam kelamin.

Ia kemudian mengantar anaknya bersama suaminya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan keterangan pemeriksaan dari dokter.