Budi pun mengibaratkan seperti telah dibuka objek wisata baru namun infrastruktur jalan masih kurang layak, begitu pula sebaliknya, infrastruktur jalan bagus namun objek wisata tidak terpromosikan dengan baik.
“Disitulah peran Pemda Melayani,” imbuhnya.
Tidak sampai di situ, ia juga mengahadirkan trobosan baru yang belum pernah terpikirkan oleh para pemimpin Buton Selatan sebelumnya, yakni aduan langsung masyarakat kepada Pemimpin Daerah terkait pelayanan birokrasi yang diperoleh ketika mengurus dokumen-dokumen ataupun urusan lainnya pada OPD yang dituju. Sehingga terciptalah transparasi dari Pemerintah untuk masyarakat.
Maka yang menjadi fokus lainnya pada Pemda Melayani ini adalah merubah kebiasaan jam operasional kantor yang masih kurang produktif dalam melayani masyarakat, utamanya di tingkat desa/kelurahan, yang mana tidak sedikit masyarakat mengeluhkan hal tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Budi turut menyampaikan bahwa ujian pertama seorang pemimpin dalam mengelola suatu daerah yakni terletak pada kemampuannya dalam mengelola birokrasi, yang menghadirkan pemerintah daerah yang melayani.
