Pejabat senior militer Amerika Serikat sempat mempertimbangkan untuk menembak jatuh balon mata-mata di atas Montana, yang juga pangkalan angkatan udara dan basis dari tiga rudal nuklir. Namun, tidak jadi dilakukan karena risiko terhadap keselamatan dan keamanan orang-orang di darat seperti dikutip dari Liputan6.com.
Baca Juga: Bukannya Keluar Uang, Menikah dan Punya Anak di Negara Ini Malah Dibayar Pemerintah
Amerika Serikat sudah mengambil langkah-langkah untuk memastikan balon tersebut tidak mengumpulkan informasi yang sifatnya sensitif. Keberadaan balon mata-mata ini juga terjadi beberapa hari sebelum Menteri Luar Negeri Antony Blinken berencana melakukan kunjungan ke China.
Belum diketahui jelas apakah balon mata-mata milik China ini akan memengaruhi perjalanannya ke China, yang masih menunggu pengumuman resminya dari Departemen Luar Negeri. (C)
Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan
