"Kemudian, mengintegrasikan komitmen terhadap keberlanjutan dan dampak sosial ekonomi dalam setiap aspek operasional, serta menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah dan nasional," jelas Prof. Edy.

Untuk mewujudkan visinya, penyandang gelar mahasiswa teladan nasional tahun 1995 ini telah merancang tujuh misi strategis yang saling terintegrasi. Di antaranya, Pendidikan Berkualitas dan Relevan, Penelitian dan Inovasi Berdampak, Pengabdian Masyarakat dan Pemberdayaan, Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel, Internasionalisasi dan Kolaborasi Strategis, Pengembangan Mahasiswa Holistik, serta Kampus Berkelanjutan dan Inklusif.

Baca Juga: Profil Prof Yusuf Sabilu, Balon Rektor yang Dedikasikan Seluruh Karir untuk UHO Kendari

Untuk memastikan implementasi visi dan misi yang efektif dan akuntabel rencana strategis periode 2026-2030 akan diorganisasikan berdasarkan lima bidang pengembangan strategis yang sesuai dengan struktur kelembagaan Universitas Halu Oleo.

Prof. Edy menambahkan, pendekatan ini mengintegrasikan empat strategi, yaitu Transformasi Status Perguruan Tinggi Berbadan Hukum, Peningkatan Reputasi Akademik, Digitalisasi Tata Kelola dan terakhir Internasionalisasi yang disingkat dengan akronim TRENDI sebagai singkatan dari kata Transformasi, Reputasi, Digitalisasi dan Internasionalisasi.