Terkait BML ini, terdapat perbedaan pertimbangan dan titik berat antara dunia industri dan masyarakat. Dalam dunia industri lebih menitikberatkan pertimbangannya pada aspek ekonomis-finansial dan inovasi teknologi. Karena itu penerapan BML yang terlalu ketat dapat menyulitkan mereka dalam penerapannya di lapangan.  

Hal di atas berbeda dengan warga masyarakat yang lebih menitikberatkan atau menginginkan lingkungan hidup yang asri dan sehat. Sehingganya penerapan BLM yang ketat dianggap sebagai jaminan bagi terpeliharanya kelestarian lingkungan hidup dan tentu juga jaminan atas hidup sehatnya.

Baca Juga: Kesehatan dan Demam Hilirisasi

Adanya silang pertimbangan dan pendapat mengenai baku mutu lingkungan tersebut, menjadikan perlunya ditetapkan BLM guna menentukan tolok ukur yang pasti untuk menetapkan kondisi lingkungan. Sehingga kemudian dapat diketahui apakah lingkungan  hidup baik-baik saja atau telah mengalami perusakan dan pencemaran yang dapat mengganggu kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.  

Selain penerapan BML, negara pun dalam melakukan intervensi dengan melakukan mitigasi guna melindungi lingkungan. Misalnya negara menerapkan kebijakan insentif ekonomi seperti pajak bagi industri yang mengurangi dampak lingkungannya. Negara dapat mengurangi jumlah pajak untuk perusahaan yang melakukan produksi ramah lingkungan. Bagi industri insentif ini penting sebab untuk melakukan produksi ramah lingkungan biayanya cukup tinggi. Dan seterusnya.