“Ini menjadi kebutuhan dari konektivitas di wilayah Gerbangkertasusila, sekaligus melaksanakan salah satu dari mandat Perpres No. 80 Tahun 2019 yaitu membangun konektivitas transportasi publik di wilayah Gerbangkertasusila.” jelasnya di Surabaya, Rabu (24/11/2021).
Mantan Mensos ini mengatakan, akan ada beberapa format pembangunan SRRL wilayah Gerbangkertosusila. Pertama, jalur Stasiun Gubeng-Sidoarjo. Kedua jalur Stasiun Gubeng-Stasiun Kota-Stasiun Pasar Turi. Selanjutnya Lamongan-Gresik, Gubeng-Mojokerto. Sementara format pembiayaan yang disampaikan yaitu hibah dan pinjaman (Loan).
Selain menjalankan mandat Perpres No. 80 Tahun 2019, lanjut Khofifah, pembangunan SRRL ini menjawab kebutuhan transportasi publik yang modern, pro environment, pro climat, serta mengedepankan aspek ramah lingkungan.
Sebagai informasi, rencana total pembiayaan pembangunan SRRL Fase 1 rencananya mencapai USD 337.977.800. Dengan rincian terdiri dari total hibah sebesar USD 89.222.800 dan pinjaman (Loan) 248.755.000. (C)
Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan
