Superintendent External Relations KPR Silika, Ishak Salu Pasamba, mengatakan bahwa keberhasilan operasi pertambangan tidak hanya diukur dari sisi produktivitas, tetapi juga dari dampak sosial, ekonomi dan lingkungan yang dihasilkan bagi masyarakat sekitar.
“Melalui konsultasi AMDAL ini, kami ingin memastikan seluruh kegiatan perusahaan berjalan sesuai regulasi dan prinsip keberlanjutan yang melibatkan masyarakat setempat,” ujar Ishak.
Baca Juga: Pemkab Muna Sasar Tiga Kecamatan Realisasikan Program Perluasan Lahan Jagung
Ia menambahkan, seluruh tahapan penyusunan AMDAL dilakukan dengan mengacu pada standar ilmiah dan melibatkan tenaga ahli independen agar hasil kajiannya dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami melakukan kajian menyeluruh terhadap potensi dampak tambang, baik terhadap ekosistem, sumber air, maupun sosial ekonomi masyarakat. Semua rekomendasi hasil kajian akan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan kegiatan operasional,” jelasnya.
