Ia menerangkan, pesawat Hawk MK-53 itu dahulu merupakan bagian dari armada kebanggaan TNI Angkatan Udara (AU). Dalam keterbatasan dan tantangan operasi, pesawat ini turut menjalankan berbagai misi penting. Nilai emosionalnya semakin kuat karena pernah diterbangkan langsung oleh almarhum, saat menjabat sebagai Komandan Skuadron 15 otomatis menjadi Leader Jupiter Aerobatic Team, dalam berbagai peristiwa nasional, termasuk pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-50 dan beberapa event penting di tanah air kurun waktu tahun 1996-1999.
Baca Juga: Danlanud Haluoleo Sebut Pesawat Tempur di Muna Ada Berkat La Ode Barhim
Ia bersama anak dan cucu-cucunya berharap monumen itu dapat menjadi penjaga memori tentang keberanian, kedisiplinan, keteladanan, serta profesionalisme yang suaminya wariskan. Karenanya, ia berpesan agar monumen itu dapat terus dirawat dan dijaga.
"Kami ingin semangat almarhum terus menyala dalam jiwa pemuda-pemudi Kabupaten Muna, menyalakan asa dan tekad untuk terbang tinggi menjadi elang-elang penjaga langit nusantara," pintanya, Minggu (13/7/2025).
Danlanud Haluoleo Kendari, Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto menerangkan, keberadaan monumen itu bukan hanya sebagai simbol. Namun, sebagai pengingat jasa almarhum Barhim sebagai putra terbaik Muna yang merupakan figur inspiratif dan memiliki dedikasi tinggi terhadap kemajuan bangsa dan daerah.
