Sepanjang dekade terakhir, Sumatera menjadi salah satu episentrum eksploitasi tambang dan perkebunan skala besar. Dari tambang batubara di Sumatera Selatan dan Jambi, hingga perkebunan sawit yang merajalela di Riau dan Sumatera Barat, izin konsesi diberikan dengan mudah kepada korporasi besar—banyak di antaranya terhubung secara politik dengan elite kekuasaan.
Pemberian izin konsesi ini seringkali tidak mempertimbangkan daya dukung lingkungan. Hutan-hutan yang dahulu menjadi pelindung ekologis ditebang secara sistematis. Lereng-lereng yang dahulu kokoh berubah menjadi lahan terbuka yang rapuh. Sungai-sungai yang dahulu jernih kini keruh dan meluap saat hujan deras, membawa lumpur, batu, bahkan nyawa.
Fenomena banjir bandang dan longsor bukanlah kejutan, melainkan keniscayaan. Ia adalah “validasi empiris” bahwa kebijakan yang mengabaikan prinsip keberlanjutan akan berujung pada kehancuran ekologis yang sistemik.
Ekonomi Politik Oligarki: Negara dalam Genggaman Eksploitasi
Kita tidak sedang berhadapan dengan ketidaktahuan, melainkan dengan kemauan politik yang berpihak pada kapital.
