Gelombang Equator Rossby, di sisi lain, merupakan fenomena di atmosfer atau lautan yang berotasi secara berpasangan dan bergerak ke arah barat di sekitar kawasan ekuator.
Akibat dari pengaruh ketiga fenomena tersebut, curah hujan di Kota Baubau beberapa hari terakhir mencapai sekitar 50 milimeter. Kondisi ini menyebabkan banjir di beberapa wilayah, seperti Kelurahan Waliabuku, Ngkari-ngkari, dan sekitarnya, yang merendam lahan persawahan.
BMKG memperkirakan bahwa dalam satu minggu ke depan, Kota Baubau akan mengalami hujan ringan dengan intensitas yang berbeda dari beberapa hari terakhir. Meskipun sudah memasuki musim angin timuran, curah hujan masih mungkin terjadi kapan saja.
"Cuaca ekstrem yang berkepanjangan diperkirakan tidak akan terjadi lagi. Namun, saat memasuki fase transisi, kilatan petir mungkin akan sesekali terlihat di langit, sama halnya dengan wilayah lain di Pulau Buton," ungkapnya.
Terkait ketinggian gelombang di perairan Kota Baubau, seperti di sekitar pasar Wameo, saat ini masih dalam kategori rendah. Ini berbeda dengan kondisi saat angin barat, di mana ketinggian gelombang bisa masuk kategori tinggi.
