"Di situ dulu ada kolam pengurai air, tapi kan sekarang ini ditimbun itu. Gimana mau tidak banjir kalau seperti itu," cetusnya, Jumat (29/1/2020).
Kata Rajab, pihaknya nanti akan mengecek apakah ada koordinasi antara Pemprov Sultra dan Pemkot Kendari terkait penimbunan kolam tersebut.
"Koordinasi ini kan penting. Jangan sesukanya saja tanpa memikirkan dampak di sekeliling Rujab Gubernur. Kasihan masyarakat jadi korban," jelasnya.
Bahkan kata politisi Partai Golkar itu, berdasarkan pengakuan warga setempat, di wilayah itu tidak pernah mengalami banjir dan baru kali ini mengalami banjir.
"Makanya ini harus ada solusi dari Pemprov, karena kalau tidak, wilayah Mandonga sampai MTQ akan banjir semua itu," paparnya. (B)
