Di tempat terpisah, Hatong, warga Desa Kombikuno, juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap banjir yang melanda wilayahnya. Dia menyebut banyak rumah di desanya yang terendam banjir.

“Kami khawatir proyek drainase yang tidak tuntas dan asal-asalan ini justru memperburuk kondisi banjir di desa kami,” keluh Hatong.

Banjir juga melanda Desa Lahaji dengan permukaan air mencapai setinggi lutut anak usia sekolah. Warga desa setempat, Saharudin, yang dikonfirmasi mengatakan bahwa genangan air terjadi di tiga titik.

“Di sini air tergenang ada tiga titik, salah satunya di jalan raya (di depan SD Desa Lahaji) itu,” kata Saharudin. (A)

Penulis: Putri Wulandari