Dikatakan, BPBD Tabalong juga melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan monitoring dan pendataan di lokasi kejadian. Hal ini bertujuan untuk menjadi acuan untuk pengambilan langkah sebagai tindakan percepatan penanganan banjir.

Baca Juga: Banjir Bandang dan Longsor Hantam Luwu, Tiga Orang Masih Dalam Pencarian

Baca Juga: Kerahkan Dua Helikopter, Tim Reaksi Cepat Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Kampar

Berdasarkan analisis InaRisk, Kabupaten Tabalong merupakan wilayah dengan potensi bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 12 kecamatan berada pada potensi tersebut.

Menyikapi prakiraan cuaca wilayah Kalimantan Selatan, BMKG telah merilis mengenai peringatan dini mengenai waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang/sore hari di wilayah Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Kotabaru, dan sekitarnya.