Di lokasi tersebut ditemukan tumpukan material berupa ranting kayu dan sampah yang menghambat aliran air secara signifikan. Selain itu, berdasarkan informasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS), kapasitas saluran air juga mengalami penyempitan.

Tingginya tingkat sedimentasi atau pendangkalan menyebabkan daya tampung air berkurang drastis, sehingga air lebih mudah meluap saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Kita perlu melakukan pembenahan, terutama di bagian ujung saluran pengairan. Pembersihan ranting dan pengerukan sedimen harus segera dilakukan agar banjir serupa tidak terulang kembali,” ujar Yusran, Kamis (26/2/2026).

Terkait sektor pertanian, Yusran mengungkapkan bahwa banjir kali ini tidak menimbulkan kerugian signifikan bagi petani, meskipun terdapat beberapa petak sawah yang masih tergenang.

Hal tersebut karena sebagian besar lahan baru memasuki masa tanam dengan usia tanaman yang masih sangat muda, sehingga risiko gagal panen dapat diminimalkan.