Insiden ini menyebabkan keretakan pada kaca bagian tengah mobil minibus berwarna putih tersebut. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian ini.

Mobil dinas itu sering digunakan oleh Supriyani, guru honorer di SDN 3 Baito yang sedang menjalani persidangan terkait tuduhan penganiayaan terhadap seorang siswa, yang merupakan anak anggota kepolisian.

"Ini insiden yang tidak diharapkan. Mobil dinas camat yang sering digunakan Supriyani dalam rangka persidangan diduga ditembak, dan kami sedang melakukan identifikasi lebih lanjut," ujar kuasa hukum Supriyani, Andre Dermawan.

Baca Juga: Polisi Investigasi Ancaman Penembakan Terhadap Anies Baswedan, Komisi III DPR Tak Ingin Seperti di Jepang dan Amerika

Andre mengungkapkan bahwa saat kejadian, mobil tersebut dikendarai oleh Kepala Desa Baito yang sedang menuju Kantor Camat. Tiba-tiba, terdengar suara keras saat mobil melintas di depan SDN 3 Baito, dan kaca mobil pecah.