Salah seorang warga, Jufrianto yang merasa terintimidasi menceritakan kejadian tersebut, pada tahun 2013-2014 mereka mengolah tanah tersebut dan menanam beberapa tanaman berupa mahonis.
"Orang tua kami punya kebun di situ jadi kami berkebun, setelah tanaman sudah tinggi dan ada juga gubuk, AURI datang, bersamaan dengan seperti mereka akan datang berperang, mereka datang membakar semua (perkebunan kami)," jelasnya.
Ia mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui alasan TNI AU merusak lahan perkebunan milik mereka.
"Setelah datang merusak mereka pulang begitu saja, tapi itu saya saksikan langsung mereka datang membongkar lalu membakar, mereka datang lengkap dengan persenjataannya," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Komandan Lanud Haluoleo, Kolonel Pnb Lilik Eko Susanto mengatakan, menurut catatan sejarah, tanah itu merupakan area yang telah digunakan sejak era penjajahan Jepang dan memiliki relevansi dengan penggunaan tanah untuk kepentingan pertahanan negara pasca kemerdekaan.
