Sekretaris DPD II Golkar Muna Barat itu berharap ketua DPRD tahu diri. Pernyataanya, sebagai mitra bupati, harus dipahami. Bukannya, karena mitra, lantas seenaknya, mau menguasai Randis lebih dari satu dan seolah-olah benar, sehingga dengan gagah-gagahan mempermalukan Pj bupati dihadapan publik.

"Saya ingin jelaskan pada ketua DPRD, posisi kemitraan yang dimaksud adalah mitra dalam membangun sinergitas serta merancang prospek kesinambungan pemerintahan. Bukan malah membuat langkah yang bertentangan dengan mekanisme," jelasnya.

Baca Juga: Gegara Tak Mau Kembalikan Randis, Ketua DPRD Muna Barat Marahi Pj Bupati

Senada dengan itu, Ketua Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama (IPNU) Muna Barat, LM Yasir Fukara menyanyangkan, sikap ketua DPRD yang terkesan tidak memahami aturan dan etika.

Yang harus ditahu ketua DPRD, Randis  merupakan barang milik daerah yang penganggaranya melalui APBD. Dimana, peruntukannya, untuk menunjang dalam melaksanakan kinerja, bukan dipergunakan untuk kepentingan pribadi, apalagi bergaya seolah-olah mau menguasai secara pribadi.