SURABAYA, TELISIK.ID - Komitmen Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa dalam mensejahterakan masyarakat khususnya dalam pemenuhan kesehatan patut dipertanyakan.

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Deni Wicaksono menerangkan, mantan Mensos tersebut diam-diam mengeluarkan kebijakan yang tidak memfasilitasi bantuan anggaran untuk BPJS kesehatan bagi warga di Jatim.

"Ini memprihatinkan, Pemprov Jatim di bawah kepemimpinan Khofifah-Emil tidak memiliki empati, tidak punya sense of crisis. Sekarang masa sulit pandemi, tiba-tiba 622.000 BPJS Kesehatan warga tidak lagi difasilitasi di APBD Jatim. Sifatnya mendadak, tanpa sosialisasi masif ke warga,” ujar  Deni Wicaksono saat dikonfirmasi, Minggu (16/1/2021).

Dirinya juga mempertanyakan jargon Cettar ala Khofifah, yang katanya selalu gerak cepat, efektif, efisien, tanggap, transparan.

Deni mengatakan, banyak warga yang menghubungi dirinya meminta penjelasan terkait adanya 622.000 warga yang kepesertaan BPJS Kesehatannya tiba-tiba tidak bisa digunakan.